Kabar  

BNPT dan Wahid Foundation Bentuk Forum Kemitraan Rencana Aksi Pencegahan Ektremisme

Forum ini berlangsung pada 19-20 September 2022 di Artotel Thamrin Jakarta. (Foto: Istimewa)

JAKARTA – Wahid Foundation bersama Kedeputian Kerjasama Internasional Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyelenggarakan Forum koordinasi dan Konsultasi Desain Forum Kemitraan Rencana Aksi Pencegahan Ektremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE) antar Kementerian/Lembaga dan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS). Forum yang berlangsung di Artotel Thamrin Jakarta, pada 19-20 September 2022, merupakan amanat Peraturan Presiden nomor 7 Tahun 2021 tentang RAN PE pilar 3 fokus 1 tentang Penyusunan Platform Kemitraan antara Pemerintah dengan pemangku kepentingan masyarakat.

Pembentukan Forum kemitraan tersebut melibatkan 16 perwakilan dari Kementerian/Lembaga yang tergabung dalam Sekretariat Bersama (Sekber) RAN PE dan 26 perwakilan pemangku kepentingan di masyarakat. Terdiri dari organisasi masyarakat sipil, organisasi keagamaan, organisasi media, akademisi, lembaga filantropi, pelaku usaha, dan organisasi perempuan.

Deputi Bidang Kerjasama Internasional BNPT, Andhika Chrisnayudantho, menjelaskan forum kemitraan nasional yang dibentuk adalah wadah bersama dalam implementasi RAN PE. “Pada Mei lalu kita telah melaksanakan forum pertama untuk membahas forum kemitraan. Forum ini adalah wadah bersama dalam implementasi RAN PE. Forum ini juga ada kepentingan bukan hanya untuk RAN PE, tapi juga meningkatkan sumberdaya dalam pelaksanaan RAN PE, terutama kontribusi K/L dan pemerintah,” katanya.

Sementara Direktur kerjasama Regional dan Multilateral BNPT, Muhammad Zaim Al-Khalis Nasution, menjelaskan urgensi terbentuknya forum kemitraan ini. Menurutnya, sebagai strategi pendekatan yang menyeluruh untuk menanggulangi ektremisme berbasis kekerasan.

“Ini merupakan pendekatan menyeluruh seluruh sektor untuk menanggulangi PCVE dengan melibatkan seluruh pihak,” ujar Zaim saat membuka kegiatan forum koordinasi tersebut.

Dia pun mengatakan, tugas dan fungsi utama dari forum kemitraan nasional nantinya akan fokus mengkoordinasikan dan mengevaluasi implementasi RAN PE di tingkat nasional. Jika berjalan lancar, menurut Zaim, forum kemitraan diharapkan bisa juga diimplementasikan di tingkat daerah.

Direktur Eksekutif Wahid Foundation, Mujtaba Hamdi, mengatakan pembentukan forum kemitraan yang telah diamanatkan bersifat parsipatoris dan terstruktur dengan dibentuknya keketuaan bersama yang terdiri dari unsur pemerintah dan pemangku kepentingan masyarakat yang diwakili OMS. Diharapkan semua pihak yang terlibat akan lebih aktif dan menjadi motor dalam menghadapi tantangan ekstremisme kekerasan.

“Ini tentunya amanat global juga yang tadi sudah disebutkan, yaitu tata kelola partisipatif. Untuk itu, dalam forum ini sangat partisipatoris. Ada banyak K/L dan OMS yang terlibat. Semua ini adalah elemen-elemen penting untuk merealisasikan RAN PE, salah satu dalam forum ini juga co-chairman, sehingga ini betul-betul menjadi motor yang partisipatoris untuk menghadapi semua tantangan ekstremisme kekerasan,” ungkapnya.

Menurut informasi yang dipaparkan oleh BNPT, forum kemitraan nasional yang dibentuk bersifat sukarela sehingga semua unsur pemangku kepentingan masyarakat bisa mendaftarkan diri menjadi anggota dan mempunyai hak yang sama dengan anggota lain. Salah satunya, berpartisipasi aktif mendorong implementasi RAN PE, termasuk dalam hal ini yang bisa mendaftarkan diri menjadi anggota adalah media dan pelaku usaha yang mewakili privat sektor.

Forum koordinasi dan Konsultasi Desain Forum Kemitraan Rencana Aksi Pencegahan Ektremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE) antar Kementerian/Lembaga dan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) menghasilkan usulan dan rekomendasi. Salah satunya berupa penunjukan Wahid Foundation sebagai ketua yang mewakili pemangku kepentingan masyarakat. Rencananya, usulan tersebut akan dikaji dan diperdalam kembali sebelum disahkan melalui Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan oleh BNPT. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *