Kabar  

Anak-anak Yatim Piatu Doakan Wiradesa Group, SMSI, dan Para Donatur

Founder Wiradesa Group Sihono HT menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim piatu di Banjarharjo, Kalibawang, Kulonprogo, Sabtu 14 Maret 2026. (Foto: Wiradesa)

KULONPROGO – Anak-anak yatim piatu di Banjarharjo, Kalibawang, mendoakan para pengelola Wiradesa Group yang mengelola media siber Wiradesa.co, Mandiripangan.com, dan Tunggal.co terus sehat dan bersemangat melaksanakan dan mengembangkan jurnalisme desa, jurnalisme pangan, dan jurnalisme Pancasila.

Anak-anak yatim piatu yang sore itu tampak ceria, juga mendoakan para donatur, Mas Rahmad Pribadi sekeluarga, Mas Nanang Ruswianto (Konsultan Smart City dan E-Gov, Digitama Sinergi Indonesia), Mas Gugup Kismono sekeluarga, Bapak Hilmy Muhammad (Senator RI), dan Mas Aveliansyah sekeluarga, sehat wal afiat, dilimpahkan ilmu, rezeki, kebahagiaan dan selalu dalam lindungan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa.

Santunan kepada anak-anak yatim piatu ini didukung Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Griya Batik Senok. SMSI DIY mengirimkan tumpeng sebagai rasa syukur 9 Tahun SMSI. Potongan tumpeng oleh Ketua SMSI DIY Jafarudin diserahkan kepada dua orang anak, perwakilan anak-anak yatim piatu yang memperoleh santunan.

Acara santunan dan buka bersama di Joglo Taman Space Banjarharjo, Sabtu 14 Maret 2026, didahului dengan rapat antara Tim Wiradesa dan Para Pamong serta Ketua Kelompok Peternakan, Perkebunan, dan Perikanan yang bersepakat merancang Banjarharjo sebagai Pusat Pendidikan Jurnalisme Pangan.

Sihono HT, Founder Wiradesa Group, memaparkan maksud dan tujuan rencana mewujudkan Banjarharjo sebagai Pusat Pendidikan Jurnalisme Pangan. Dirinya bersama Tim Wiradesa sudah survei dan cek langsung ke lapangan ternyata di wilayah Kalurahan Banjarharjo terdapat berbagai sarana dan prasarana yang diperlukan untuk belajar, berkarya, dan berbagi karya jurnalistik peduli pangan.

Di Kalurahan Banjarharjo ada bangunan Joglo yang bisa dimanfaatkan untuk belajar atau memberi pembekalan terhadap orang yang mau belajar jurnalisme pangan. Selain itu juga ada Kelompok Ternak Domba “Berkah Harjo”, Kawasan Sentra Produksi Perikanan (KSPP) “Mina Mitra” yang terdiri dari 10 kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan), dan Kebun Kelengkeng yang luasnya 5 hektar.

“Ternak domba, budidaya ikan, dan tanaman buah itu merupakan objek liputan para peserta pembelajar jurnalisme pangan,” jelas Sihono HT. Maka Tim Wiradesa berharap Supardal, Ketua Kelompok Ternak Domba “Berkah Harjo”, Mukhamat Karir, Ketua Pokdakan “Alam Tirto”, dan Zaenal Arifin, Pembudidaya Kelengkeng, nantinya siap menjadi narasumber yang menjelaskan kepada para pembelajar jurnalisme pangan jika besok diwawancarai.

Anak-anak yatim piatu di Banjarharjo tampak ceria. Lurah pun merasa optimis Pusat Pendidikan Jurnalisme Pangan akan terwujud dengan adanya dukungan masyarakat serta doa anak-anak yatim piatu. (Foto: Wiradesa)

Lurah Banjarharjo Susanto merasa optimis Pusat Pendidikan Jurnalisme Pangan akan terwujud di Banjarharjo. “Dengan keseriusan dan kemampuan Tim Wiradesa serta dukungan masyarakat Banjarharjo ditambah doa anak-anak yatim piatu, kami optimis niat baik untuk mewujudkan Banjarharjo sebagai Pusat Pendidikan Jurnalisme Pangan akan terealisasikan,” tegas Susanto.

Menurut Lurah Banjarharjo, keberadaan Sekolah Jurnalisme Pangan akan mendorong terwujudnya Banjarharjo sebagai tujuan wisata petik buah kelengkeng dan menarik masyarakat untuk datang ke Banjarharjo. Jika wisatawan hadir di Banjarharjo maka akan menggerakkan ekonomi perdesaan dan ujungnya akan meningkatkan pendapatan warga serta mensejahterakan masyarakat Banjarharjo.

Sementara itu, Ketua SMSI DIY, Jafarudin mengatakan Wiradesa Group yang menjadi bagian dari anggota SMSI DIY selama ini konsisten mengembangkan konsep jurnalisme desa dan jurnalisme pangan sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Melalui pendekatan jurnalisme, berbagai potensi desa seperti pertanian, peternakan, hingga produk lokal dapat lebih dikenal luas oleh masyarakat.

“Produk-produk pertanian dan peternakan desa akan lebih dikenal jika memiliki narasi yang disebarluaskan melalui media. Di sinilah pentingnya masyarakat juga belajar membuat karya jurnalistik untuk mempromosikan potensi desanya. Tulisan jurnalistik punya keunggulan lebih menarik dibaca namun tetap dalam koridor fakta dan kebenaran, sehingga lebih terpercaya,” jelasnya.

Konsep pendidikan jurnalisme desa dan jurnalisme pangan menjadi inovasi yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah pedesaan. “Kami mengapresiasi Wiradesa Group yang konsisten mendampingi dan mengedukasi masyarakat desa untuk menguatkan ekonomi lokal. Terima kasih juga kepada pemerintah dan masyarakat Banjarharjo atas sambutan hangat dalam kegiatan ini,” imbuhnya. (Ilyasi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *