Kabar  

Santunan Anak-anak Yatim Piatu di Kalibawang

Lurah Banjarharjo Susanto dan Kamituwa Marsidi. (Foto: Wiradesa)

KULONPROGO – Pemerintah Kalurahan Banjarharjo siap mendukung pelaksanaan acara Santunan Anak-anak Yatim Piatu dan Dhuafa di Joglo Banjarharjo, Kalibawang, oleh Wiradesa Group, Sabtu 14 Maret 2026.

“Kami siap menyediakan tempat, tikar, soundsystem, proyektor, dan minum untuk memperlancar pelaksanaan santunan,” ujar Susanto, Lurah Banjarharjo saat bertemu dengan Tim Wiradesa di Balai Kalurahan Banjarharjo Kalibawang, Selasa 10 Maret 2026.

Lurah Banjarharjo, yang didampingi Marsidi, Kamituwa (Kesra) Banjarharjo, berterimakasih di wilayahnya dijadikan tempat penyelenggaraan Santunan Anak-anak Yatim Piatu dan Dhuafa oleh Wiradesa Group.

Apalagi Wiradesa Group juga merencanakan Kalurahan Banjarharjo menjadi Pusat Pendidikan Jurnalisme Pangan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Untuk melancarkan program tersebut, Pak Lurah siap mengundang para ketua kelompok peternakan, perikanan, dan perkebunan untuk hadir di acara santunan.

Di wilayah Kalurahan Banjarharjo, terdapat Kelompok Ternak Domba “Berkah Harjo”, Kelompok Pembudidaya Ikan “Alam Tirto”, dan Kebun Kelengkeng yang dikelola Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) “Arto Sejatera”.

Bahkan ada sekitar 10 Kelompok Pembudidaya Ikan yang berada di Kawasan Sentra Produksi Perikanan (KSPP) “Mina Mitra” Banjarharjo. Saat ini para pembudidaya ikan, fokus ke budidaya ikan lele.

Agar para ketua mendukung program Banjarharjo sebagai Pusat Pendidikan Jurnalisme Pangan, Lurah Banjarharjo Susanto, saat acara santunan, akan mengundang Ketua Kelompok Ternak Domba “Berkah Harjo” Supardal, Ketua Pokdakan “Alam Tirto” Padukuhan Duwet II Mukhamat Karir, Pembudidaya Tanaman Kelengkeng Zaenal Arifin, serta Ketua Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) “Arto Sejahtera”.

Sebelum santunan nanti, Sihono HT Founder Wiradesa Group diharapkan memaparkan maksud dan tujuan rencana mewujudkan Banjarharjo sebagai Pusat Pendidikan dan Pembuatan Karya Jurnalistik Pangan.

“Kami memohon dukungan para pamong, tokoh masyarakat, dan doa anak-anak yatim piatu agar nantinya terbangun Sekolah Jurnalisme Pangan di Banjarharjo,” pinta Sihono HT.

Wiradesa berusaha mendatangkan peserta Sekolah Jurnalisme Pangan dari 38 provinsi se Indonesia untuk belajar jurnalisme pangan di Banjarharjo dengan memanfaatkan jaringan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Para peserta Sekolah Jurnalisme Pangan nanti tidak hanya belajar, berkarya, dan berbagi karya jurnalistik pangan saja, tetapi juga diajak berwisata ke Candi Borobudur dan berkeliling ke Kebun Kelengkeng, Kandang Domba, dan Kolam Ikan dengan Jeep Wisata. “Jarak Banjarharjo ke Borobudur hanya sekitar 10 kilometer,” jelas Marsidi.

Jadi nanti pada pelaksanaan santunan, sebelum penyerahan santunan dan bingkisan kepada anak-anak yatim piatu dan dhuafa, akan diisi dengan rapat koordinasi rencana persiapan untuk mewujudkan Banjarharjo sebagai Pusat Pendidikan Jurnalisme Pangan.

Selain itu juga akan dilaksanakan pemotongan tumpeng menandai Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 SMSI. Potongan tumpeng nanti oleh Ketua SMSI DIY Jafarudin, akan diserahkan kepada perwakilan anak-anak yatim piatu penerima santunan. (Ilyasi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *