YOGYAKARTA – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Yogyakarta menggelar bimbingan rohani Kristen Oikumene bagi Klien Pemasyarakatan di Aula Griya Abhipraya Purbonegoro, Jumat, 12 Juni 2026. Kegiatan bertema “Doa: Presensi Harian di Hadapan Allah” itu menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian bagi klien yang tengah menjalani masa integrasi.
Kepala Bapas Kelas I Yogyakarta, Galih Rakasiwi, mengatakan kegiatan tersebut terselenggara melalui kerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta dan Kelompok Masyarakat Peduli Pemasyarakatan (Pokmas Lipas).
Menurut dia, Kementerian Agama Kota Yogyakarta menghadirkan empat penyuluh agama Katolik dan tiga penyuluh agama Protestan untuk memberikan pembinaan kepada peserta. Kegiatan diikuti sembilan Klien Pemasyarakatan, sejumlah pegawai Bapas, serta seorang mantan klien.
Dalam kegiatan itu, peserta mengikuti sesi berbagi pengalaman yang diisi oleh penyuluh agama, pegawai, dan Klien Pemasyarakatan. Mereka membagikan pengalaman hidup, tantangan yang dihadapi, serta peran doa dalam menghadapi berbagai persoalan.
Setelah sesi diskusi, peserta mengikuti doa hening bersama sebagai bagian dari refleksi dan penguatan spiritual.
Galih mengatakan pembinaan keagamaan menjadi salah satu upaya untuk mendukung proses reintegrasi sosial Klien Pemasyarakatan. Program tersebut juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan yang menekankan pentingnya pembinaan kepribadian bagi warga binaan dan klien pemasyarakatan.
Selain sebagai kegiatan pembinaan rutin, bimbingan rohani tersebut juga menjadi bagian dari persiapan pembentukan Kelompok Layanan Bimbingan Integrasi (Klayan Binter).
Program itu nantinya diharapkan dapat mendukung pelaksanaan Desa Reintegrasi, program Direktorat Jenderal Pemasyarakatan yang bertujuan membantu mantan warga binaan kembali beradaptasi dan diterima di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaannya.
